Selasa, 26 Desember 2017

Aparat sipil pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia (5)

PENGANTAR

Ketika kita berbicara masa pendudukan Jepang di tahun 1942-1945, biasanya yang terbayang adalah militer Jepang dengan para tentaranya. Di bayangan kita semuanya laki-laki. Gambaran ini tampaknya perlu dikoreksi, karena pemerintahan pendudukan Jepang juga membutuhkan aparat sipil. Kita bisa bayangkan perlunya jawatan kesehatan, jawatan komunikasi, jawatan propaganda, jawatan pengumpul informasi, dsb. Beberapa tugas di atas akan lebih efektif jika ditangani oleh kaum perempuan, dan karenanya tidak sedikit perempuan Jepang ditugaskan di wilayah Indonesia.

Setelah Jepang kalah perang, pihak intelijen Belanda menyita banyak foto buatan Jepang. Beberapa foto ini memperlihatkan para aparat sipil ini, begitu juga keterlibatan perempuan Jepang di dalamnya.

Tiga foto di bawah memperlihatkan beberapa warga Jepang berpakaian sipil yang bisa dipastikan memiliki posisi tinggi. Mereka mendapat jatah rumah besar, memiliki staff warga Jepang, dan mendapat pembantu warga Indonesia yang tampaknya mengurus rumah dan menjadi supir. Sayang tidak ada informasi mengenai siapa dan apa jabatan mereka di Indonesia.


(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar